Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gimik

Intelektual Organik Vs Akademisi Penuh Gimik

Gambar
Beberapa dekade lalu, kuliah adalah simbol perjuangan. Anak desa merantau ke kota, mengayuh sepeda, membawa bekal dari kampung, mengendap-endap ke perpustakaan demi membaca buku yang hanya ada satu eksemplar. Mereka kuliah karena lapar—bukan lapar pujian, tapi lapar pengetahuan. Kini, kampus tak ubahnya catwalk. Gelar adalah asesoris, bukan kesadaran. Foto wisuda lebih penting dari isi skripsi. S2 dijadikan bahan konten, S3 jadi alat branding. Ilmu? Ah, itu bonus. Yang penting eksis. Fenomena ini bukan dongeng. Ia hidup dan berdetak di setiap sudut ruang kuliah. Tak percaya? Coba tanya mahasiswa hari ini: mengapa kuliah? Sebagian akan menjawab: “Biar gampang dapat kerja.” Sebagian lagi, “Biar keren di CV.” Yang menjawab “karena ingin tahu dan mengubah dunia” akan dipandang aneh. Hari ini, yang idealis dianggap utopis, yang gimik dianggap realistis. Kita sedang hidup di era ketika pengetahuan bukan lagi soal isi, tapi bungkus. Perkuliahan bukan lagi upaya menggugat realitas,...