Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mbojo

LGBT dan Hilangnya Citra Falsafah Maja Labo dahu di Dana Mbojo Ma Mbari

Gambar
Tanah Mbojo. Tanah yang katanya berakar kuat pada falsafah luhur: Maja Labo Dahu—malu dan takut. Malu berbuat salah, takut kepada Tuhan. Sebuah filosofi yang bukan sekadar semboyan kosong tertulis di gapura kota, tapi dulunya adalah roh dalam tiap denyut kehidupan masyarakat Bima. Tapi kini, adakah kita masih mendengar denyut itu? Di sebuah kafe pinggir kota, tampak dua remaja laki-laki berpelukan mesra. Tak jauh dari mereka, sekelompok pemuda dengan dandanan flamboyan tertawa lepas, mengabadikan momen mereka di TikTok, Facebook. Tak ada lagi rasa rikuh. Tak ada lagi wajah menunduk. Tak ada lagi maja, dan dahu pun tinggal kenangan. Wajah-wajah itu tak asing. Mereka bukan pendatang. Mereka anak-anak Mbojo. Mereka cucu dari mereka yang dulu tak berani bersuara keras pada malam hari karena takut mengganggu adab langit. Dulu, jika seorang anak muda kedapatan memegang tangan lawan jenis tanpa akad, itu sudah cukup menjadi aib tiga generasi. Tapi kini, pelanggaran moral tak hanya...