Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fenomena

Perempuan Kok Tantrum?

Gambar
                        Gambar Ilustrasi “Perempuan kok tantrum?” Kalimat ini seringkali muncul dalam percakapan sehari-hari, entah diselipkan dengan nada bercanda atau sindiran serius. Tapi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan tantrum? Secara psikologis, tantrum adalah ledakan emosi yang tidak proporsional terhadap situasi yang dihadapi. Anak-anak biasanya tantrum ketika keinginannya tidak terpenuhi. Pertanyaannya, mengapa fenomena ini seolah ikut melekat pada sebagian perempuan dewasa di era modern? Tantrum di sini tentu bukan dalam arti literal berguling di lantai seperti anak-anak. Bentuknya bisa lebih halus: marah di media sosial hanya karena tidak mendapat perhatian, ikut-ikutan tren hijrah hanya untuk branding personal, atau panik saat tidak bisa tampil sesuai standar fashion Islami ala selebgram. Menurut teori social comparison dari Leon Festinger, manusia cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain se...

Membaca Ulang Fenomena Keagamaan Kita

Gambar
Entah sejak kapan agama berubah menjadi panggung, lengkap dengan tata lampu, kamera, dan penonton yang siap bertepuk tangan. Yang pasti, banyak dari kita kini menjalani agama seperti seorang aktor dalam sinetron panjang berjudul "Menuju Surga Lewat Feed Instagram". Sakralitas berubah jadi estetika. Spirit kitab suci berubah jadi kutipan status WhatsApp. Dan hidup beragama? Ah, cukup dijalankan asal terlihat, bukan dijalani karena sadar. Padahal, bila kita tengok isi kitab suci, dari Al-Qur'an, Alkitab, Weda hingga Tripitaka, semuanya mengajak manusia untuk hidup jujur, adil, rendah hati, dan bertanggung jawab. Tapi kini, seolah-olah kitab suci hanya berguna untuk dibacakan saat seremoni, dikutip saat orasi politik, atau jadi senjata untuk menyerang yang berbeda pandangan. Lalu kita bertanya-tanya, mengapa negeri ini sering gaduh soal agama? Mengapa kekerasan, pelecehan, bahkan pembunuhan bisa dilakukan atas nama iman? Jawabannya bisa jadi karena kita, sebagai ...