Postingan

Menampilkan postingan dengan label Guru dan Peradaban

Ki Hajar Dewantara: Guru Bangsa yang di-DO Universitas

Gambar
Bayangkan, seorang mahasiswa di-DO dari universitas karena dianggap "mengganggu ketertiban". Bukan karena narkoba, bukan karena bolos, tapi karena menulis dan berbicara terlalu lantang menentang penjajahan. Dialah Ki Hajar Dewantara—seorang pemuda cerdas yang justru diusir dari ruang akademik karena pikirannya terlalu tajam untuk zaman itu. Ironisnya, kini ia dipuja-puja sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Foto beliau dipasang di ruang kelas, namanya dipakai untuk jalan, sekolah, bahkan kementerian. Tapi pertanyaannya: apakah semangat pendidikannya masih hidup, atau hanya jadi nama yang terjebak dalam bingkai? Ki Hajar pernah menulis, "Jika aku menjadi orang Belanda, aku tidak akan merayakan kemerdekaan di negeri yang belum merdeka." Tulisan ini menyebabkan ia dibuang ke Belanda. Tapi dari sanalah lahir teori pendidikan yang mendobrak: "Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani." Di depan memberi teladan, di tengah memb...